Posts

Showing posts with the label Geografi

Penelitian Geografi - Kaidah Penelitian

Image
Terdapat  empat  langkah  pokok  metode  ilmiah  yang  akan  mendasari langkah-langkah penelitian yaitu: Merumuskan  masalah;  mengajukan  pertanyaan  untuk  dicari jawabannya.  Tanpa  adanya  masalah  tidak  akan  terjadi  penelitian, karena  penelitian  dilakukan  untuk  memecahkan  masalah.  Rumusan masalah  penelitian  pada  umumnya  diajukan  dalam  bentuk pertanyaan. Mengajukan  hipotesis;  mengemukakan  jawaban  sementara  (masih bersifat  dugaan)  atas  pertanyaan  yang  diajukan  sebelumnya. Hipotesis penelitian dapat diperoleh dengan mengkaji berbagai teori berkaitan dengan bidang ilmu yang dijadikan dasar dalam perumusan masalah.  Peneliti  menelusuri  berbagai  konsep,  prinsip,  generalisasi dari  sejumlah  literatur,...

Konsep Desakotasi

Desakotasi Indonesia termasuk negara yang memiliki perkembangan sumber daya manusia (penduduk ) yang cepat. Menurut hasil sensus pertumbuhan penduduk selama periode 1980 – 1990 mencapai 1,97%. Tingkat pertumbuhan sebelumnya yaitu 2,31% selama periode tahun 1971 – 1988. Pertumbuhan penduduk tersebut masih tergolong cukup tinggi (BPS,1990). Hal ini mengakibatkan makin tingginya kepadatan penduduk, tuntutan kebutuhan sumber daya alam dan kebutuhan baik sandang, pangan papan maupun fasilitas-fasilitas pelayanan umum lainnya. Negara-nagara berkembang termasuk Indonesia saat ini mengalami revolusi desa dan kota. Hal ini mengandung makna bahwa sebagian besar desa yang berada di kawasan Indonesia telah, dan sedang akan mengalami perubahan. Kepadatan penduduk kota yang semakin meningkat diikuti peningkatan kegiatan penduduk kota mengakibatkan berkembangnya kota secara fisik dan non fisik, perkembangan kota secara fisik dan non fisik ini akan diikuti ekspansi kota dengan segala keberad...

Penelitian Geografi - Objek Penelitian Geografi

Image
Penelitian Secara umum, penelitian merupakan kegiatan untuk membuktikan suatu hipotesis dengan berbagai pendekatan dan pengumpulan data serta analisis data untuk menghasilkan sebuah laporan ilmiah mengenai penelitian yang dilakukan. Penelitian harus dilakukan secara sistematis dan terarah sesuai dengan tujuan penelitian itu sendiri. Penelitian disebut sistematis bila mengikuti langkah- langkah atau tahapan yang dimulai dengan mengidentifikasi masalah , menghubungkan masalah tersebut dengan teori yang ada, mengumpulkan data, menganalisis dan menginterprestasi data, menarik kesimpulan dan menggabungkan kesimpulan. Geografi, merupakan ilmu yang mempelajari tentang gambaran bumi. Sehingga kajian yang akan dibahas dalam ilmu geografi akan mengarah pada 2 objek studi Geografi, yaitu : Objek Formal : Pendekatan yang digunakan, atau sudut pandang dalam menganalisis berbagai fenomena Geosfer yang tercakup dalam Objek material Geografi. Sudut pandang yang dimaksud akan meliputi  Konsep ...

Lithosfer - Lapisan Bumi

Suess dan Wiechert (Katili, JA dan P. Marks.1963) mengadakan pembagian lapisan bumi seperti berikut. Kerak bumi (Earth’s crust : The Upper Sell), merupakan lapisan bumi yang paling atas, mempunyai tebal 30 km sampai 40 km pada daratan dan pada gugusan pegunungan sampai 70 km. Berat jenis rata-rata 2,7. Unsur-unsur yang dominan pada lapisan kerak bumi adalah oksigen, silisium dan aluminium, sehingga dinamakan lapisan sial. Selubung bumi atau sisik silikat, dengan tebal sampai kedalaman 1.200 km dari permukaan bumi. Berat jenis laipsan ini antara 3,4 sampai 4. Unsur-unsur yang dominan pada selubung bumi adalah oksigen, silisium dan magnesium sehingga dinamakan SIMA. Kerak bumi dan selubung bumi bagian atas disebut litosfera (litosfer) Lapisan antara (intermediate shell) atau mantel bumi atau chalkosfera yang merupakan sisik oksida dan sulfida dengan ketebalan 1.700 km dan berat jenis 6,4. Lapisan ini terbagi 2 yaitu lapisan yang terletak pada kedalaman antara 1.200 km sampai 1.250 ...

Lithosfer - Batuan Beku

Image
Batuan beku atau igneous rock berasal dari bahasa latin ignis yang berarti api (fire). Batuan beku merupakan batuan hasil pembentukan cairan magma, baik di dalam maupun di atas permukaan bumi sehingga tekstur yang terbentuk sangat bergantung kondisi pembekuannya.Magma panas yang bergerak dari dalam bumi ke permukaan semakin lama semakin dingin dan pada akhirnya membeku. Batuan beku yang tidak mencapai permukaan bumi disebut batuan beku dalam atau batuan intrusi (plutonis). Proses pembekuan batuan plutonis berlangsung lambat sehingga menghasilkan bentuk kristal-krital besar yang sering disebut pula tekstur phaneritis. Sementara itu, ada pembentukan batuan setelah mencapai permukaan bumi sehingga dikenal dengan nama batuan beku luar atau batuan ekstrusi (batuan vulkanis). Batuan vulkanis dengan cepat sekali membeku sehingga jenis kristal batuannya besar, bersifat halus, dan sulit dilihat dengan mata telanjang. Batuan dengan mineral halus disebut tekstur aphanitis. Berdasarkan temp...

Karakteristik Desa

A.    Karakteristik Desa-Kota Menurut Prof. Drs. R. Bintarto, 1983 menyebutkan bahwa desa adalah suatu hasil perpaduan antara kegiatan sekelompok manusia dengan lingkungannya. Hasil dari perpaduan itu ialah suatu wujud atau kenampakan di muka bumi yang ditimbulkan oleh unsur fisiografis, sosial, ekonomi, politik dan kultural yang saling berinteraksi antar unsur tersebut dan juga dalam hubungannya dengan daerah-daerah lain. Sedangkan kota merupakan sebuah sistem terbuka, baik secara fisik maupun sosial ekonomi, bersifat tidak statis dan dinamis atau bersifat sementara. Kota merupakan suatu wilayah berkembangnya kegiatan sosial, budaya dan ekonomi perkotaan yang berstatus sebagai kota administratif atau kotamadya. Aktifitas perkembangan kota mempunya pengaruh terhadap lingkungan fisik. Kebanyakan kota bermula dari desa kecil yang terdapat di pusat pertanian yang subur. Hal serupa terjadi jika daerah pertanian itu menjadi suatu daerah yang optimum bagi pertumbuhan ekonom...